Menjadi Sederhana Dari Bergumul Dengan Gusmul



Setiap lebaran, keluarga saya punya tugas masing-masing: Bapak bagian yang beli minuman lebaran, Mamak bikin kue lebaran, Rika adek saya bantu Mamak bikin kue lebaran dan Ira adek yang paling bungsu bagian nyicip kue lebaran kemudian saya dapat bagian jaga rumah kalau semua pada mudik lebaran.

Berhubung saya tidak pulang kampung, mending kita bahas hal yang tidak jauh-jauh dari urusan kampung, saya ingin memperkenalkan salah satu buku yang fenomenal karya Agus Mulyadi dengan judul Bergumul Dengan Gusmul.

Ceritanya Februari lalu saya mendapat kiriman buku langsung dari Agus Mulyadi beserta tanda tangannya, iya Februari!! Dan baru dipost hari ini, kaget kan? apalagi saya! Sampe pucing pala belbi.


Baru baca beberapa paragraf, nggak sadar saya sudah masuk juga kedalam cerita Gusmul.

Nah..., agar anda tidak beli skripsi kucing dalam karung, saya akan sedikit membeberkan apa saja yang ada di Bergumul Dengan Gusmul. Mari...

Bergumul Dengan Gusmul ini adalah salah satu buku yang saya rekomendasikan kepada anda-anda sebagai selingan kalau capek baca situs abal-abal. Gusmul (Sapaan beliau) adalah salah satu blogger favorit saya, yah walau saya baru tahu blognya awal Januari itupun nyasar nggak tahu kenapa bisa sampai kesana tapi sudah saya jadikan blogger favorit (suka-suka saya dong) dan yang bikin kaget lagi ternyata anak pak Anang pacar saya tahu lebih dulu sama Gusmul, rupanya dia ngefans sama kamu Gus. Mungkin ini yang namanya jodoh yah Gus, saya sama dia maksudnya. Kalau sampeyan silahkan cari sendiri Gus.

Gusmul ini lebih dulu dikenal dengan kegiatan edit fotonya bersama artis Internasional, sampai-sampai beliau sering diundang ke stasiun-stasiun kereta TV Nasional karena bakatnya edit-edit foto. Silahkan cek saja agusmulyadi.web.id biar lebih kenal, beliau ini masih Jomblo, jadi masih bisa di-PDKT-in. Silahkan dibabat.

Agar seperti orang-orang hebat yang review buku terkenal, sebaiknya saya bahas dari covernya yang menawan mata dan jiwa bagi siapa yang melihatnya. Berikut penampakan covernya:

Hmmm... 
Oke lanjut ke isi.




Awal saya dapat buku ini, saya sudah ketebak bakal ada cerita yang bikin ngakak, karena saya tahu Gusmul pintar mengolah kata tapi tak pandai mengolah rasa. Ini buku yang pas membawa kesederhanaan ke sebuah cerita sehari-hari, khususnya edisi muda-mudi zaman sekarang. Bagaimana mungkin tidak pas, Bergumul Dengan Gusmul ini sungguh enak dibaca, karena ada unsur kekeluargaan yang kuat, pertemanan dan tidak lupa cinta yang terpendam.

Bergumul Dengan Gusmul ini awalnya saya kira akan hanya ngebahas tentang keseharian beliau, eeh pas mau di akhir-akhir rupanya beliau juga sedang jatuh cinta, lebih mantapnya lagi, Bergumul Dengan Gusmul ditulis sambil memendam cinta kepada NZ (nama disingkat dan disamarkan). Mungkinkah ini alasan cover buku menjadi warna pink? #SudahKuduga.

Bergumul Dengan Gusmul juga terkadang menyelipkan kalimat-kalimat dalam bahasa daerah yang tentu saja kalau buat yang ngerti sungguh lucu tapi lain halnya kalau seperti saya yang nggak ngerti, mau tidak mau harus sedikit rajin melihat artinya yang terletak di sudut kiri bawah, namun kadang juga apes karena ada beberapa kalimat dalam bahasa daerah yang tidak diartikan sehingga bikin saya bingung, tapi selebihnya mantep buat dilahap.

Bergumul Dengan Gusmul saya rasa cocok menemani anda yang suntuk dengan buku komedi yang kebanyakan bahas percintaan ala perkontaan, yah buat yang nggak bisa mudik mungkin bisalah mudik sambil Bergumul Dengan Gusmul di Kost-kostan.

Sedikit isi dari Bergumul Dengan Gusmul:
---------------------------------------------
Rintik-rintik air mulai membasahi pakaian kami para jemaah yang kebagian salat di luar masjid. Sebenarnya gerimis ini tak perlu dirisaukan, karena gerimisnya kecil, hanya rintik-rintik.

Rakaat pertama masih belum terlalu terasa airnya, tetapi memasuki rakaat kedua, air yang menghujani tubuh, saya rasakan semakin membesar. Baju saya basah sekuyup-kuyupnya. Ini aneh, karena jemaah di depan saya yang juga terkena hujan tak sekuyup saya basahnya. Hanya basah kecil.

Keanehan ini akhirrnya terjawab setelah saya sadar, bahwa posisi saya berdiri saat itu rupanya persis dibawah plafon pembuangan air genteng masjid. Praktis, walau hujannya hanya gerimis kecil, tetapi jumlah debit air hujan deras. Seketika saya merasa seperti tokoh protagonis pada adegan-adegan sedih di FTV dan sinetron. "Sialan...," batin saya saat itu.

Mau pindah posisi sangat tidak mungkin, karena posisi saya waktu itu terjepit oleh jemaah lain. Mau membatalkan salat juga tidak mungkin, takut dikira lemah iman, masak sama air saja kalah. Akhirnya hanya bisa pasrah.

Hilang sudah kekhusyukan salat saya. Sepanjang salat, pikiran hanya berisi kejengkelan saya kepada sang khatib karena tadi khotbahnya kelamaan.

Begitu salat usai, para jamaah berhamburan mendekati saya sambil terbahak-bahak, rupanya ada beberapa jemaah di belakang saya mengetahui keadaan saya.

Jemaah lain saya lihat bajunya basah ringan, sedangkan saya, basah kuyup seperti habis nyebur kolam.

Seorang jemaah yang posisi salatanya dibelakang saya kemudian nyeletuk, "Oalah Mas, gara-gara sampeyan saya jadi ngempet ketawa pas salat, sumpah Mas, sampeyan sholatnya persis kaya orang tapa di bawah air terjun!" kata dia diiringi dengan gelak tawa jemaah lain. Saya pun hanya bisa nyengir kecut. (Salat Jumat. Halaman: 51).
---------------------------------------------

Buat kamu yang pengen beli, silahkan dicari di toko buku terdekat, kalau jauh silahkan usaha sedikit! Nyari buku saja malas apalagi nyari jodoh. Ingat! Anda hanya harus menimba ilmu dari cerita Gusmul, bukan ikut-ikutan jomblo. Oke?! Emaap.

You Might Also Like

4 comment

  1. WOY BOT SERING-SERING KENAPA UPDATE BLOG LAGI! URUSAN PRINTILAN MACAM KERANG MAMAK ITU DIBUNGKUS AJA! *lalu menghilang naik awan kinton*

    BalasHapus
    Balasan
    1. anjoy si Adi komennya. muahahaha

      eh btw salam kenal kunjungan pertama nih, abis liat di blogroll nya si Adi. ayo semangat ngeblog nya *nunjuk diri sendiri juga*

      Hapus
    2. Kurang ajar lo DI!!!

      @Rahman. Oke kang Rahman :D

      Hapus
  2. blognya lucu banget....

    BalasHapus